Lencana Facebook

Minggu, 15 September 2013

[Single] Tohoshinki / TVXQ – SCREAM [Japanese]


東方神起(TVXQ) – SCREAM
Release Date: 2013.09.04
Genre: J-Pop
Language: Japanese
Bit Rate: MP3-320kbps + iTunes Pluss AAC M4A

 Track List
01. SCREAM
02. Disvelocity
03. SCREAM ~the other side mix
04. SCREAM -Less Vocal-
05. Disvelocity -Less Vocal-
06. (エンハンスド)Jacket Making Movie

Download: click here

Sabtu, 14 September 2013

[Album] KARA – Full Bloom [4th Album]


카라 – Kara 4th Album – Full Bloom
Release Date: 2013.09.02
Genre: Dance Pop
Language: Korean
Bit Rate: MP3-320kbps + iTunes Plus AAC M4A

Track list:
01. 둘 중에 하나 (Runaway)
02. 숙녀가 못 돼 (Damaged Lady)
03. 1+1
04. In The Game
05. Follow Me
06. Smoothie
07. 2Night
08. 둘 중에 하나 (Runaway) (inst.)
09. 숙녀가 못 돼 (Damaged Lady) (inst.)

Download
Size: 68,46MB -Download-

[Single] B1A4 – What’s Going On? (Japanese Ver.) (3rd Japanese Single)

ビーワンエーフォー – イゲ ムスン イリヤ ~なんで?どうして?
Release Date: 2013.08.28
Genre: J-Pop
Language: Japanese
Bit Rate: iTunes Plus AAC M4A + MP3-320kbps

 Track List:
01. イゲ ムスン イリヤ ~なんで?どうして? *Title*
02. IN THE AIR -Japanese ver.-
03. Beautiful Target -like it MIX-
04. IF…君さえいれば -Japanese ver.- (Type B Only)
05. イゲ ムスン イリヤ ~なんでどうして_(instrumental)
06. IN THE AIR -Japanese ver.-(instrumental)
07. Beautiful Target -like it MIX-(instrumental)
08. IF…君さえいれば -Japanese ver.-(instrumental) (Type B Only)

Download Here

[Album] CNBLUE – What turns you on?


CNBLUE – What turns you on?
Release Date: 2013.08.28
Genre: Pop Rock
Language: Japanese
Bit Rate: MP3-320kbps

Track List:
01. Lady
02. One More Time
03. CHANGE
04. Blind Love
05. Don’t Care
06. Greedy man
07. Robot
08. Crying Out
09. I can’t believe
10. Starlit Night
11. Let me know
12. Robot(English version) [Bonus track]

Download Single
Size: 98,75 MB - Download -

[Album] KARA – FANTASTIC GIRLS [Japanese]


KARA – FANTASTIC GIRLS
Release Date: 2013.08.28
Genre: J-Pop
Language: Japanese
Bit Rate: MP3-320kbps + iTunes Plus AAC M4A

Track List:
01. サンキュー サマーラブ
02. バーン!バーン!ハートビート
03. バイバイ ハッピーデイズ!
04. レスキューミー
05. POP STAR
06. プロミス
07. エンドレスナイト
08. 一番にわたしを抱きしめて
09. HANABI

Download Single
Size: 96,23 MB - Download -

[Single] Henry – 1-4-3 [The 1st Digital Single]



헨리 – The 1st Digital Single 1-4-3
Release Date: 2013.08.23
Genre: Dance Pop, Electronic Pop
Language: Korean Bit Rate: MP3-320kbps + iTunes Plus AAC M4A

Track List:
01. 1-4-3 (I Love You) (feat Amber Of f(x))
02. 1-4-3 (I Love You) (Acoustic ver.)
03. 1-4-3 (I Love You) (Noizebank Extended Remix)
04. Trap (English ver.)

Download Single
Size: 38.5 MB - Download -

Senin, 12 Juli 2010

EDIT FOTO DENGAN PHOTOSCAPE

Photoscape adalah foto editing software yang mudah dan menyenangkan memungkinkan Anda untuk memperbaiki dan meningkatkan foto.


Fitur Utama:
  • Viewer: Lihat folder foto, slideshow
  • Editor: resizing, brightness dan penyesuaian warna, white balance, koreksi latar, frame, balon, modus mosaik, menambahkan teks, gambar gambar, cropping, filter, penghapusan mata merah, mekar
  • Batch editor: Batch editing beberapa foto
  • Halaman: Buatlah satu foto dengan menggabungkan beberapa foto di bingkai halaman
  • Combine: Buatlah satu foto dengan melampirkan beberapa foto secara vertikal maupun horizontal
  • GIF animasi: Membuat animasi dengan satu foto banyak foto
  • Cetak: Cetak ditembak potret, carte de visite, foto paspor
  • Splitter: Bagi foto ke dalam beberapa bagian
  • Screen Capture: Capture screenshot Anda dan simpan
  • Warna Picker: Zoom di layar pada gambar, cari dan pilih warna
  • Rename: Ganti nama file foto dalam modus batch
  • Konverter Baku: Konversi RAW ke JPG

Yang terbaru di 3.5 (2010/5/24) :

  • Mendukung 34 bahasa: Bahasa Inggris, Korea, Cina, tradisional Cina, Jerman, Belanda, Spanyol (Spanyol), Spanyol (Mexico, Amerika Latin), Perancis, Jepang, Rusia, Polandia, Italia, Portugis, Portugis (Brasil), Portugis ( Kolombia), Thai, Hongaria, Turki, Catalan, Slovakia, Ceko, Norwegia, Bulgaria, Ukraina, Swedia, Estonia, Denmark, Rumania, Ibrani, Galisia, Finlandia, Indonesia, dan Arab.
  • Ditambahkan Clone Stamp (Editor -> Tools Tab) video
  • Paint Brush Ditambahkan (Editor -> Tools Tab)
  • Color Picker Ditambahkan (Editor -> Tools Tab & Tab Obyek)
  • Peningkatan Mosaic Filter: Mosaic ukuran pixel dipilih (Editor -> Tools Tab)
  • Berubah Editor -> Daerah tab nama dari 'Daerah' 'Tools'.
  • Ditambahkan "Tombol Cetak 'untuk Viewer dan Editor.
  • Ditambahkan ikon perjalanan 59, ikon 7 wajah dan ikon 6 makeup.
  • Foto Layanan Pengembangan dengan FOTO.COM (Uni Eropa Hanya)
  • Pada menggabungkan, foto pertama informasi EXIF akan diselamatkan.
  • Penampil Foto menunjukkan foto dalam urutan yang teratur (a1, A10, a2, a3 -> a1, a2, a3, A10)
ne preview hasil editan w menggunakan photoscape....








Filenya sebesar 16,5 Mb
-DOWNLOAD silahkan klik tulisan dibawah ini-

*update:
Photoscape versi 3.6.5 link: download

Jumat, 02 Juli 2010

Dekubitus

DEKUBITUS

PENDAHULUAN

Kita kehilangan sekitar satu gram sel kulit setiap harinya karena gesekan kulit pada baju dan aktivitas higiene yang dilakukan setiap hari seperti mandi.

Dekubitus dapat terjadi pada setiap tahap umur, tetapi hal ini merupakan masalah yang khusus pada lansia. Khsusnya pada klien dengan imobilitas.

Seseorang yang tidak im-mobil yang tidak berbaring ditempat tidur sampai berminggu-minggu tanpa terjadi dekubitus karena dapat berganti posisi beberapa kali dalam sejam. Penggantian posisi ini, biarpun hanya bergeser, sudah cukup untuk mengganti bagian tubuh yang kontak dengan alas tempat tidur.

Sedangkan im-mobilitas hampir menyebabkan dekubitus bila berlangsung lama. Terjadinya ulkus disebabkan ganggual aliran darah setempat, dan juga keadaan umum dari penderita.

Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat.

Walaupun semua bagian tubuh mengalami dekubitus, bagian bawah dari tubuhlah yang terutama beresiko tinggi dan membutuhkan perhatian khsus.

Area yang biasa terjadi dekubitus adalah tempat diatas tonjolan tulang dan tidak dilindungi oleh cukup dengan lemak sub kutan, misalnya daerah sakrum, daerah trokanter mayor dan spina ischiadica superior anterior, daerah tumit dan siku.

Dekubitus merupakan suatu hal yang serius, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada penderita lanjut usia. Dinegara-negara maju, prosentase terjadinya dekubitus mencapai sekitar 11% dan terjadi dalam dua minggu pertama dalam perawatan.

Usia lanjut mempunyai potensi besar untuk terjadi dekubitus karena perubahan kulit berkaitan dengan bertambahnya usia antara lain:

· Berkurangnya jaringan lemak subkutan

· Berkurangnya jaringan kolagen dan elastin

· Menurunnya efesiensi kolateral kapiler pada kulit sehingga kulit menjadi lebih tipis dan rapuh.

TIPE ULKUS DEKUBITUS

Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk penyembuhan dari suatu ulkus dekubitus dan perbedaan temperatur dari ulkus dengan kulit sekitarnya, dekubitus dapat dibagi menjadi tiga;

1. Tipe normal

Mempunyai beda temperatur sampai dibawah lebih kurang 2,5oC dibandingkan kulit sekitarnya dan akan sembuh dalam perawatan sekitar 6 minggu. Ulkus ini terjadi karena iskemia jaringan setempat akibat tekanan, tetapi aliran darah dan pembuluh-pembuluh darah sebenarnya baik.

2. Tipe arterioskelerosis

Mempunyai beda temperatur kurang dari 1oC antara daerah ulkus dengan kulit sekitarnya. Keadaan ini menunjukkan gangguan aliran darah akibat penyakit pada pembuluh darah (arterisklerotik) ikut perperan untuk terjadinya dekubitus disamping faktor tekanan. Dengan perawatan, ulkus ini diharapkan sembuh dalam 16 minggu.

3. Tipe terminal

Terjadi pada penderita yang akan meninggal dunia dan tidak akan sembuh.

PATOFISIOLOGI TERJADINYA DEKUBITUS

Tekanan daerah pada kapiler berkisar antara 16 mmHg-33 mmHg. Kulit akan tetap utuh karena sirkulasi darah terjaga, bila tekanan padanya masih berkisar pada batas-batas tersebut. Tetapi sebagai contoh bila seorang penderita immobil/terpancang pada tempat tidurnya secara pasif dan berbaring diatas kasur busa maka tekanan daerah sakrum akan mencapai 60-70 mmHg dan daerah tumit mencapai 30-45 mmHg.

Tekanan akan menimbulkan daerah iskemik dan bila berlanjut terjadi nokrosis jaringan kulit. Percobaan pada binatang didapatkan bahwa sumbatan total pada kapiler masih bersifat reversibel bila kurang dari 2 jam. Seorang yang terpaksa berbaring berminggu-minggu tidak akan mengalami dakubitus selama dapat mengganti posisi beberapa kali perjammnya.

Selain faktor tekanan, ada beberapa faktor mekanik tambahan yang dapat memudahkan terjadinya dekubitus;

· Faktor teregangnya kulit misalnya gerakan meluncur ke bawah pada penderita dengan posisi dengan setengah berbaring

· Faktor terlipatnya kulit akiab gesekan badan yang sangat kurus dengan alas tempat tidur, sehingga seakan-akan kulit “tertinggal” dari area tubuh lainnya.

Faktor teragannya kulit akibat daya luncur antara tubuh dengan alas tempatnya berbaring akan menyebabkan terjadinya iskemia jaringan setempat.

Keadaan ini terjadi bila penderita immobil, tidak dibaringkan terlentang mendatar, tetapi pada posisi setengah duduk. Ada kecenderungan dari tubuh untuk meluncur kebawah, apalagi keadaannya basah. Sering kali hal ini dicegah dengan memberikan penhalang, misalnya bantal kecil/balok kayu pada kedua telapak kaki. Upaya ini hanya akian mencegah pergerakan dari kulit, yang sekarang terfiksasi dari alas, tetapi rangka tulang tetap cederung maju kedepan. Akibatnya terjadi garis-garis penekanan/peregangan pada jaringan subkutan yang sekan-akan tergunting pada tempat-tempat tertentu, dan akan terjadi penutupan arteriole dan arteri-arteri kecil akibat terlalu teregang bahkan sampai robek. Tenaga menggunting ini disebut Shering Forces.

Sebagai tambahan dari shering forces ini, pergerakan dari tubuh diatas alas tempatnya berbaring, dengan fiksasi kulit pada permukaan alas akan menyebabkan terjadinya lipatan-lipatan kulit (skin folding). Terutama terjadi pada penderita yang kurus dengan kulit yang kendur. Lipatan-lipatan kulit yang terjadi ini dapat menarik/mengacaukan (distorsi) dan menutup pembuluh-pembuluh darah.

Sebagai tambahan dari efek iskemia langsung dari faktor-faktor diatas, masih harus diperhatikan terjadinya kerusakan edotil, penumpukan trombosit dan edema. Semua inidapat menyebabkan nekrosis jarigan akibat lebih terganggunya aliran darah kapiler. Kerusakan endotil juga menyebabkn pembuluh darah mudah rusak bila terkena trauma.

Faktor tubuh sendiri (faktor intrinsik) juga berperan untuk terjadinya dekubitus antara lain;

FAKTOR INTRINSIK

· Selama penuaan, regenerasi sel pada kulit menjadi lebih lambat sehingga kulit akan tipis (tortora & anagnostakos, 1990)

· Kandungan kolagen pada kulit yang berubah menyebabkan elastisitas kulit berkurang sehingga rentan mengalami deformasi dan kerusakan.

· Kemampuan sistem kardiovaskuler yang menurun dan sistem arteriovenosus yang kurang kompeten menyebabkan penurunan perfusi kulit secara progresif.

· Sejumlah penyakit yang menimbulkan seperti DM yang menunjukkan insufisiensi kardiovaskuler perifer dan penurunan fungsi kardiovaskuler seperti pada sistem pernapasan menyebabkan tingkat oksigenisasi darah pada kulit menurun.

· Status gizi, underweight atau kebalikannya overweight

· Anemia

· Hipoalbuminemia yang mempermudah terjadinya dekubitus dan memperjelek penyembuhan dekubitus, sebaliknya bila ada dekubitus akam menyebabkan kadar albumin darah menurun

· Penyakit-penyakit neurologik, penyakit-penyakit yang merusak pembuluh darah, juga mempermudah dan meperjelek dekubitus

· Keadaan hidrasi/cairan tubuh perlu dinilai dengan cermat.

FAKTOR EKSTRINSIK

· Kebersihan tempat tidur,

· alat-alat tenun yang kusut dan kotor, atau peralatan medik yang menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu juga memudahkan terjadinya dekubitus.

· Duduk yang buruk

· Posisi yang tidak tepat

· Perubahan posisi yang kurang

PENAMPILAN KLINIS DARI DEKUBITUS

Karakteristik penampilan klinis dari dekubitus dapat dibagi sebagai berikut;

Derajat I

Reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis, tampak sebagai daerah kemerahan/eritema indurasi atau lecet.

Derajat II

Reaksi yang lebih dalam lagi sampai mencapai seluruh dermis hingga lapisan lemah subkutan, tampak sebagai ulkus yang dangkal, degan tepi yang jelas dan perubahan warna pigmen kulit.

Derajat III

Ulkus menjadi lebih dalam, meliputi jaringan lemak subkutan dan menggaung, berbatasan dengan fascia dari otot-otot. Sudah mulai didapat infeksi dengan jaringan nekrotik yang berbau.

Derajat IV

Perluasan ulkus menembus otot, hingga tampak tulang di dasar ulkus yang dapat mengakibatkan infeksi pada tulang atau sendi.

Mengingat patofisiologi terjadinya dekubitus adalah penekanan pada daerah-daerah tonjolan tulang, harusla diingat bahwa kerusakan jaringan dibawah tempat yang mengalami dekubitus adalah lelih luas dari ulkusnya.

PENGELOLAAN DEKUBITUS

Pengelolaan dekubitus diawali dengan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya dekubitus dengan mengenal penderita risiko tinggi terjadinya dekubitus, misalnya pada penderita yang immobil dan konfusio.

Usaha untuk meremalkan terjadinya dekubitus ini antara lain dengan memakai sistem skor Norton. Skor dibawah 14 menunjukkan adanya risiko tinggi untuk terjadinya dekubitus. Dengan evaluasi skor ini dapat dilihat perkembangan penderita

Tindakan berikutnya adalan menjaga kebersihan penderita khususnya kulit, dengan memandikan setiap hari. Sesudah keringkan dengan baik lalu digosok dengan lotion, terutama dibagian kulit yang ada pada tonjolan-tonjolan tulang. Sebaiknya diberikan massase untuk melancarkan sirkulasi darah, semua ekskreta/sekreta harus dibersihkan dengan hati-hati agari tidak menyebabkan lecet pada kulit penderita.

Tindakan selanjutnya yang berguna baik untuk pencegahan maupun setelah terjadinya dekubitus adalah:

1. Meningkatkan status kesehatan penderita;

umum; memperbaiki dan menjaga keadaan umum penderita, misalnya anemia diatasi, hipoalbuminemia dikoreksi, nutirisi dan hidarasi yang cukup, vitamin (vitamin C) dan mineral (Zn) ditambahkan.

khusus; coba mengatasi/mengoabati penyakit-penyakit yang ada pada penderita, misalnya DM.

2. Mengurangi/memeratakan faktor tekanan yang mengganggu aliran darah;

a. Alih posisi/alih baring/tidur selang seling, paling lama tiap dua jam. Keberatan pada cara ini adalah ketergantungan pada tenaga perawat yang kadang-kadang sudah sangat kurang, dan kadang-kadang mengganggu istirahat penderita bahkan menyakitkan.

b. Kasur khusus untuk lebih memambagi rata tekan yang terjadi pada tubuh penderita, misalnya; kasur dengan gelembung tekan udara yang naik turun, kasur air yang temperatur airnya dapat diatur. (keberatan alat canggih ini adalah harganya mahal, perawatannya sendir harus baik dan dapat ruasak)

c. Regangan kulit dan lipatan kulit yang menyebabkan sirkulasi darah setempat terganggu, dapat dikurangi antara lain;

· Menjaga posisi penderita, apakah ditidurkan rata pada tempat tidurnya, atau sudah memungkinakan untuk duduk dikursi.

· Bantuan balok penyangga kedua kaki, bantal-bantal kecil utuk menahan tubuh penderita, “kue donat” untuk tumit,

· Diluar negeri sering digunakan kulit domba dengan bulu yang lembut dan tebal sebagai alas tubuh penderita.

Bagitu tampak kulit yang hiperemis pada tubuh penderita, khsusnya pada tempat-tempat yang sering terjadi dekubitus, semua usaha-usahan diatas dilakukan dengan lebih cermat untuk memperbaiki iskemia yang terjadi, sebab sekali terjadi kerusakan jaringa upaya penyembuhan akan lebih rumit.

Bila sudah terjadi dekubitus, tentukan stadium dan tindakan medik menyesuaikan apa yang dihadapi:

1. Dekubitus derajat I

Dengan reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis;

kulit yang kemerahan dibersihkan hati-hati dengan air hangat dan sabun, diberi lotion,

kemudian dimassase 2-3 kali/hari.

2. Dekubitus derajat II

Dimana sudah terjadi ulkus yang dangkal;

Perawatan luka harus memperhatikan syarat-syarat aseptik dan antiseptik.

Daerah bersangkutan digesek dengan es dan dihembus dengan udara hangat bergantian untuk meransang sirkulasi.

Dapat diberikan salep topikal, mungkin juga untuk meransang tumbuhnya jaringan muda/granulasi,

Penggantian balut dan salep ini jangan terlalu sering karena malahan dapat merusakkan pertumbuhan jaringan yang diharapkan.

3. Dekubitus derajat III

Dengan ulkus yang sudah dalam, menggaung sampai pada bungkus otot dan sering sudah ada infeksi;

Usahakan luka selalu bersih dan eksudat disusahakan dapat mengalir keluar.

Balut jangan terlalu tebal dan sebaliknya transparan sehingga permeabel untuk masukknya udara/oksigen dan penguapan.

Kelembaban luka dijaga tetap basah, karena akan mempermudah regenarasi sel-sel kulit.

Jika luka kotor dapat dicuci dengan larutan NaCl fisiologis.

Antibiotik sistemik mungkin diperlukan.

4. Dekubitus derajat IV

Dengan perluasan ulkus sampai pada dasar tulang dan sering pula diserta jaringan nekrotik;

Semua langkah-langkah diatas tetap dikerjakan dan jaringan nekrotik yang adal harus dibersihkan , sebaba akan menghalangi pertumbuhgan jaringan/epitelisasi.

Beberapa preparat enzim coba diberikan untuk usaha ini, dengan tujuan mengurangi perdarahan, dibanding tindakan bedah yang juga merupakan alternatif lain. Setelah jaringan nekrotik dibuang danluka bersih, penyembuhan luka secara alami dapat diharapkan.

Beberapa usaha mempercepat adalah antara lain dengan memberikan oksigenisasi pada daerah luka,

Tindakan dengan ultrasono untuk membuka sumbatan-sumbatan pembuluh darah dan sampai pada transplantasi kulit setempat.

Angka mortalitas dekubitus derajat IV ini dapat mencapai 40%.